Tuesday, May 22, 2012

sama seperti meluruskan sungai,mungkin !!!!!!

 Semua wanita dalam hidupku selalu berkata kalau aku tidak dapat mengerti dirinya. Aku sudah berusaha memahami isi hati mereka, dan menyenangkannya. Tetapi semuanya sia sia. Satu permintaanku adalah untuk mengerti isi hati wanita.
Mengetahui dengan sebenarnya tetang perasaan mereka. Apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan. Aku ingin tahu, bagaimana membahagiakan mereka...

Alkisah, seorang pria sedang merantau dari tanah kelahiranya, di Jawa Tengah, menuju ke pulau Kalimantan. Ketika hendak menyebarang di pelabuhan, dia menemukan lampu tua diatas batu.
Saat ia mengambil dan menggosok lampu tua itu, serta merta keluarlah Jin yang tertawa terbahak-bahak...
"Engkau telah membebaskan aku dari penjara lampu tua itu. Sebagai tanda terimakasihku, maka aku akan mengabulkan satu permintaanmu" Kata Jin mantap. Orang itu berpikir cepat dan segera mengajukan permintaanya, "Aku saat ini akan menyeberang ke Pulau Kalimantan dengan mengendarai mobilku. Dapatkah engkau membangun jembatan
dari sini sampai Kalimantan? Aku takut terbang, dan juga sering mabuk laut bila naik kapal. Jadi, aku ingin menyeberang dengan mobilku saja."

"Gila !! Sadarkah kamu, jarak ratusan kilometer dari sini hingga pulau Kalimantan ? Berapa banyak beton, dan baja yang dibutuhkan untuk penyangga jembatan yang menembus dalamnya laut jawa ? Belum lagi, konstruksi jembatan macam apa yang sanggup menahan besarnya gelombang ombak laut Jawa ?? Gila...ini permintaan yang gila !! Sama sekali tidak bisa dilakukan !! Ganti permintaan yang lain saja !!"
Setelah berpikir sejenak, lalu pria inipun mengajukan permintaan yang lain : "Baiklah, aku punya permintaan lain. Semua wanita dalam hidupku selalu berkata kalau aku tidak dapat mengerti dirinya. Aku sudah berusaha memahami isi hati mereka, dan menyenangkannya. Tetapi semuanya sia sia. Satu permintaanku padamu adalah
untuk mengerti isi hati wanita.
Mengetahui dengan sebenarnya tetang perasaan mereka. Apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan. Aku ingin tahu, bagaimana membahagiakan mereka."


Jin berpikir cukup lama. Suasana menjadi sunyi senyap...Lalu, dengan perlahan-lahan, Jin mendekatkan kepalanya ke telingan pria itu. Dengan perlahan Jin mengatakan, " Bagaimana dengan jembatan yang kau inginkan tadi ? Kamu mau berjalur dua atau empat ? "

Apa pesan moral dari cerita diatas ?

Dalamnya laut dapat diduga, namun dalamnya hati seorang wanita siapa yang tahu?

Sangat sulit bahkan mustahil, bagi para pria untuk memahami perasaan wanita. Bahkan, Jin pun lebih memilih membangun jembatan yang secara teknis tidak mungkin dilakukan, dari pada harus memahami isi hati seorang wanita.


Sumber: qoute2 dmn2 :)

Tuesday, December 13, 2011

CEWEK BEGINI, COWOK BEGITU..


 Masih banyak perbedaan antara cowok dan cewek dalam soal cinta atau asmara. Karena sifatnya yang "cuek", tidak perdulian dan jarang meneteskan air mata, tak heran kalau cowok selalu menjadi "kambing hitam" atau pihak yang dibenci bila sebuah hubungan asmara terpaksa berakhir. Sebaliknya, cewek selalu nampak lebih menderita akibat putus cinta.
 
Dalam Liking and Loving: An Invitation to Social Psychology (1973), Zick Rubin, mengatakan bahwa cowok sebenarnya lebih rapuh, cengeng dan naif soal cinta. Cowok selalu menjadi pihak yang merasa lebih sakit hati akibat putus cinta. "Karena hal itu, biasanya cowok akan lebih hati-hati. Itulah kenapa cowok memiliki pengalaman bercinta lebih sedikit dari cewek, karena setelah putus, cowok akan sulit untuk jatuh cinta lagi," kata Rubin.
 
 Dr. Clay Tucker-Ladd, penulis buku-buku psikologi, mengatakan bahwa cewek selalu ingin menempatkan dirinya sebagai pasangan yang ideal. Sebaliknya, karena pengalaman -yang tidak selalu mulus-, cowok kerap bersikap biasa-biasa saja. "Kendati mudah tertarik dengan kecantikan dan kebaikan cewek, namun sulit bagi cowok untuk menghapus rasa sakit akibat putus cinta."
 
Cowok, kata Rubin, lebih percaya pada romantisme. Cowok bisa memutuskan apakah dia jatuh cinta atau tidak, hanya dengan mendengar kata hatinya. "Sekali saja intusisi cowok berkata 'Ini dia soulmate saya' ketika bertemu seorang cewek, maka ketika itu pula mereka akan jatuh cinta kepada cewek itu," ungkap Rubin. "Sebaliknya, cewek selalu banyak pertimbangan dalam memutuskan sesuatu."
 
 Kendati percaya pada romantisme, tapi jangan kaget, karena cowok kerap merefleksikan cinta mereka dengan cara yang tidak romantis. "Cowok akan lebih menghargai cewek yang rajin mencuci pirinng dan pakaian ketimbang cewek yang menghujaninya dengan ciuman. Padahal cewek justru menginginkan sebaliknya."
 
Bila disarankan untuk membahagiakan pacar atau istri, maka harap maklum, karena cowok akan lebih suka mencucikan mobil pacar atau istri daripada memberi pelukan dan ciuman. Dalam memandang keintiman, misalnya, cewek menerjemahkan keintiman sebagai ngobrol berdua di tempat redup atau makan malam di sebuah restoran sepi dengan candle light. Tetapi bagi cowok, keintiman itu artinya kerja bakti, alias melakukan sesuatu bersama-sama.
 
 Cewek selalu memiliki tenggang rasa dan lebih bisa menjaga hubungan. Sedangkan cowok selalu "cuek" dan main "hantam kromo". Cewek selalu memikirkan bagaimana cara membagi penghasilannya dan cowoknya untuk dia sendiri, keluarga dan teman-teman. Sedangkan cowok, tak pernah mau pusing dengan masalah duit.
 
Cewek biasanya lebih cerewet. Cewek juga sering mengeluh soal hubungan dan masalah yang dihadapi. Sedang cowok tidak begitu peduli dan selalu menganggap semuanya biasa-biasa saja. Cewek selalu ingin menyelesaikan masalah dan perbedaan pendapat yang ada dengan tuntas, sedang cowok justru ingin melupakannya. Begitulah dunia Venus dan Mars!!!

* Dari berbagai sumber di internet

Tuesday, November 15, 2011

BERTAMBAHNYA MASA .....





Rentang waktu

terkadang membuat kita lupa

bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa

Rentang waktu

terkadang membuat kita sadar

bahwa kita hanya manusia

yang tak punya apa-apa

selain jasad yang tak berguna

Rentang waktu

terkadang membuat kita sadar

bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa

melainkan hati yang ada di dalam dada

dan amal jasad yang lata

Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda

tergantung dalam keadaan apa kita berada

Namun Tuhan telah berkata,

“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.

Sekular barat berkata,

“Waktu adalah dollar di dalam kantung”

Namun Hasan Al-Bana berkata,

“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.

Waktu…..

Alam terus menari dalam simfoninya

Waktu…..

Umur manusia didikte olehnya

Waktu….. setiap detaknya

memakukan kita di persimpangan jalan

jalan Tuhan atau jalan setan

Rentang waktu…..

semoga tak melalaikan kita

tuk terus berjalan di jalan-Nya

"yang ada hanya "

Senang, tertawa, sedih, kecewa. Semuanya hampir memenuhi perutku Namun aku berani menelannya Walau tanpa pemikiran dan tanpa rencana, Bukan aku tak memiliki pengetahuan tentang arti hidup, Bukan aku tak mencari tahu, bukan pula aku bosan..Namun aku hanya ingin melihat ke depan, jauh sekali !!!!!!! Meski umurku selalu berkurang, aku selalu semangat Meski kemampuanku pun terbatas, aku akan semangat :). Dan , aku sangat bersyukur kepada-NYA yang telah memberiku kesempatan di tahun yang kesekian ini 
syukur alhamdulillah ......
Kau memberiku kesempatan untuk hidup hingga saat ini, semonga aku menajadi arti bagi orang terdekat ku khususnya kuluarga dan sahabat2 ku, KHUSUSnya buat aku sendiri .

  

Saturday, November 12, 2011

KETIKA RASA TAK DAPAT D UNGKAPKAN DGN KATA !!!!!


Tak terasa semua yang tlah di jalani penuh dengan cobaan dan halangan, walaupun terasa sakit dan pahit tapi hati tetap tenang, walaupun sadar hal yang kecil bila di biarkan akan menjadi besar.

November ini umurku bertambah, dan kini bukan remajai, yang hanya bisa meminta, walaupun tak lepas dari suatu permintaan.

Semoga dengan bertambahnya usia, bertambah pula rezeki serta ilmu pengetahuan yang baik. semoga hari esok lebih baik dari hari kemarin dan hari ini lebih baik dari hari kemarin.

kini usiaku tak seumur jagung, tak seumur padi, serta tak seumuran Dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. dari masa pertumbuhan ke masa dewasa, owh.. apakah kini aku sudah dewasa ? ? ?

Umurku memang telah mencapai angka .. tapi usiaku di dunia telah berkurang satu tahun lagi. Lalu ku tersadar apa yang telah kulakukan dan kuperbuat untuk keluarga, lingkungan, dan orang di dekat ku. Apa aku telah menjadi seorang hamba yang baik – dalam arti melaksanakan perintah-Nya dan tidak melakukan larangan-Nya??? Apa aku telah menjadi seorang pribadi yang baik dan bermanfaat bagi lingkunganku? Aku berjanji pada diriku secara mantap yang mana akan aku pethankan sampai akhirat, aku tidak mau menjadi orang yang picik dan munafik.

Aku tidak mau egois, semua yang kulakukan dan kupertahankan ini semoga bisa memberikan manfaat untuk lingkungan,keluarga dan orang-oarang d dekat ku, tidak hanya untuk diriku sendiri. Bisa membahagiakan sebanyak mungkin orang, karena hidup ini sangat simple sebenarnya, hanya orang-orang sering kali terlena dengan gemilau duniawi sehingga lupa akan tujuan mendasar kehidupan ini, contoh terdekat "aku"

                                                                                                                                        november 13 2010

Thursday, November 10, 2011

"KARMA"dlm pandangan islam ( sumber http://dir.groups.yahoo.com/group/P-H-I/message/1659)

Siang itu, menjelang zhuhur, seperti biasanya kami berjalan menuju masjid untuk Sholat berjamaah. Di tengah perjalanan kami berpapasan dengan seorang kawan yang kebetulan juga sedang menuju mesjid. Kamipun segera terlibat dalam pembicaran yang cukup seru. Hingga sampailah pada pembicaran yang saat ini lagi hangat-hangatnya dibicarakan dilingkungan kerja kami yaitu adanya salah seorang pejabat yang mengalami pemukulan oleh seorang lelaki yang menuduhnya berselingkuh dengan istrinya.

Yang akan kami bicarakan disini bukan gosip seputar pejabat tersebut. Namun pendapat rekan kami tadi. Beliau beranggapan bahwa orang yang melakukan perbuatan sebagaimana pejabat tadi pasti akan mendapatkan karma dikemudian hari dalam bentuk ketidakberesan pada keluarganya seperti misalnya istrinya juga selingkuh, anaknya sakit atau terkena narkoba, atau bahkan tidak bisa punya anak atau berbagai penderitaan lain. Sering kita mendengar pendapat semacam ini bukan hanya  keluar dari rekan kami tadi tapi juga dari kalangan umat yang mengaku dirinya beragama Islam.

Marilah coba kita telaah lebih dalam sebenarnya darimana asal kata KARMA yang telah berurat berakar di benak sebagian masyarakat muslim  di Indonesia. Kata Karma sebenarnya kita jumpai dalam ajaran agama hindu yang lengkapnya di sebut KARMAWIBANGGA. Dalam kitab weda, disebutkan bahwa manusia hidup tidak terlepas dari karma yang terbawa dari kehidupan sebelumnya. Dalam faham ini seseorang yang bertabiat buruk akan mendapatkan karma buruk sehingga dikehidupan berikutnya ketika reinkarnasi akan menjadi makhluk yang menderita misalnya jadi monyet, anjing dan sebagainya ataupun tetap menjadi manusia namun hidupnya sengsara. Meskipun dikehidupan sekarang telah berusaha baik, tidak menjamin untuk medapatkan kebahagiaan dikehidupan sekarang. Kebaikannya dikehidupan sekarang kemungkinan baru akan mendapatkan karma baiknya pada kehidupan mendatang.

Pandangan mengenai KARMA dari agama Hindu ini telah banyak merasuk dalam benak beberapa umat muslim. Mereka tidak menyadari bahwa itu bukan dari ajaran agama Islam. Bahkan yang lebih buruk lagi pandangan Karma telah bergeser lebih jauh lagi. Yaitu datangnya karma sekaligus terjadi pada kehidupan ini. Barang siapa menabur angin maka akan menuai badai. Kira-kira begitu pandangan sebagian orang.
Bagaimanakah seharusnya menurut agama Islam? Dalam AL Qur’an surat

Al Baqarah ayat 155 difirmankan ”
. Juga alam surat Al-Anbiya ayat 35 Selanjutnya dalam surat Al-Anfal ayat : 28 difirmankan

Dari ayat di atas dapat diambil intisarinya bahwa Allah Azza Wa Jalla memberikan nikmat hidup berupa kebahagian seperti harta melimpah dan anak yang baik maupun penderitaan hidup seperti misalnya kelaparan, kemiskinan dan penyakit hanyalah untuk menjadikannya sebagai cobaan. Bahkan, uijian berupa kesenangan dan kenikmatan pada khakekatnya lebih berat dari ujian berupa kesukaran hidup. Banyak orang yang berhasil dalam ujian kesusahan, tetapi gugur dalam ujian kenikmatan. Hal ini terjadi karena manusia tidak memahami kenikmatan dan kesenangan itu sebagai cobaan. Akibatnya pada saat manusia dalam keadaan sehat, kaya dan berkuasa ia lupa daratan, lupa diri, bahkan lupa pada Allah. Sebagaimana sabda Rasullulah saw. Dalam HR Bukhari:

Jadi dalam ajaran Islam segala kersukaran dan kemudahan hidup bukan merupakan karma tapi sebagai cobaan. Banyak cerita tentang para Nabi dimana kadar keimannya sudah tidak perlu diuji lagi. Namun selalu mengalami cobaan yang berat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda :

Jadi semakin baik dan semakin kuat keimanan seseorang justru akan semakin berat cobaanya. Tidak benar apabila sesorang hidupnya menderia maka dia sedang terkena KARMA. Namun yang benar ia sedang dicoba karena mungkin ia tergolong orang yang tahan cobaan sehingga cobaannya akan lebih berat. Dengan harapan apabila ia berhasil melewati cobaan dengan ridlo dan ikhlas maka limpahan pahala akan didapatkannya.
Sebagai contoh adalah kisah Nabi Luth dan Nabi Nuh. Dimana Nabi Luth tidak berhasil membawa istrinya kejalan kebenaran hingga akhirnya termasuk orang yang mendapat azab hujan batu dan api hingga akhirnya tewas. Demikian juga dengan Nabi Nuh yang tidak berhasil membujuk anaknya ke jalan kebenaran dan bersedia ikut masuk kedalam perahu Nuh,  sehingga anaknya ikut menjadi korban air bah meskipun telah berusaha mendaki bukit tertinggi pada peristiwa datangnya air bah.  Dari kejadian ini tentunya kita tidak bisa mengatakan bahwa kedua Nabi tersebut mendapat hukum karma atas kejahatannya sehingga anak dan istrinya kafir dan mati menggenaskan.  Memang benar bahwa balasan didunia bisa saja terjadi tapi tidak selalu demikian Sebagaimana difirmankan dalam Al Qur’an surat Al An-An’am ayat 120

” ....Dan sesungguhnya Kami merasakan sebahagian azab yang dekat(di dunia) sebelum azab yang lebih besar (diakherat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar) ”.” .....Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari Kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.”
untuk menguji ketaqwaannya sebagaimana kedua kisah Nabi di atas. baginya sehingga diharapkan dirinya akan menjadi sadar atas perbuatan dosanya dan kembali ke jalan yang benar. Sedangkan apabila orang tersebut adalah orang yang selalu taat beribadah dan selalu berbuat kebenaran sesuai syariah berarti penderitaan hidupnya hanyalah merupakan . Selain itu penderitaan hidup ini akan menjadi ini akan menjadi kaffarat pengurang dosa-dosanya di akherat kelak. Sebagaimana sabda rasulullah saw dalam HR Muttafaq Alaih : ” Dari kedua ayat ini jelaslah bahwa sesorang yang berbuat dosa akan mendapatkan balasannya bisa didunia maupun pada hari pembalasan/akherat nanti. Boleh jadi seseorang yang berbuat dosa mendapatkan azabnya langsung didunia kemudian hidupnya menderita namun azab atau
Lalu bagaimana dengan orang yang hidupnya selalu berbuat dosa namun hidupnya penuh kemuliaan dan selalu bahagia? Hal ini berarti bahwa orang itu tidak mendapatkah hidayahNya sehingga tidak pernah dibukakan hatinya dan diakherat kelak akan mendapatkan azab yang paling pedih, karena selama hidupnya selalu berbuat dosa dan tidak pernah terkurangi dengan adanya kaffarat karena memang hidupnya tidak pernah/jarang mengalami penderitaan.
Demikianlah ulasan mengenai KARMA menurut pandangan Islam. Kebenaran datangnya dari Allah. Sedangkan apabila ada kesalahan pasti datangnya dari kami , sehingga kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami.